Monday, March 30, 2015

Tari Barong dan Keris

tarian barong dan keris adalah suatu tarian yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan. barong adalah makhluk mithologi yang mewakili kebaikan dan makhluk yang menggambarkan kejahatan adalah rangda.
barong ditemukan seekor kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. kemudian datanglah tiga orang bertopeng yang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. si kera pun tidak senang dengan kehadiran mereka dan akhirnya berkelahi dengan mereka dan berhasil memotong itu salah satu dari tiga orang tersebut.
lalu muncullah dua orang penari mereka ini adalah pengikut setia dari orang yang sedang mencari para pengikut dewi kunti di mana mereka sedang dalam perjalanan untuk menemui sang patih.
begitu pengikut dewi kunti ini tiba di tujuan mereka. salah satu dari pengikut rangda berubah wujud menyerupai bentuk rangda dan memasukan roh jahat kepada para pengikut dewi kunti menyebabkan mereka menjadi kerasukan dan lupa ingatan sebelum mereka berhasil bertemu sang patih. tidak sadar akan perubahan yang dialami oleh para pengikut dewi kunti, sang patih bersama sama dengan mereka menghadap dewi kunti.
muncullah dewi kunti dan anaknya sahadewa. dewi kunti telah berjanji kepada rangda untuk menyerahkan sadewa sebagai korban. sebenarnya dewi kunti tidak rela mengorbankan anaknya sahadewa kepada rangda. tapi dengan ilmu sakti yang dimiliki rangda dengan bujukan para pengikut dewi kunti yang sudah kerasukan oleh roh jahat, rangda bisa mempengaruhi pikiran dan akal sehat dewi kunti sehingga dewi kunti tiba tiba marah dan menjadi sangat benci kepada anaknya sahadewa. dewi kunti memberikan peringatan kepada sang patih untuk membuang sadewa ke dalam hutan. sang patih tidak membantah karena dirinya pun sudah dipengaruhi oleh ilmu jahat rangda.
sahadewa diikat di bawah pohon besar di dalam hutan dan ditinggal sendirian. tiba tiba turunlah batara siwa dari kahyangan merasa iba akan kondisi sahadewa, batara siwa pun menganugerahkan ilmu kesaktian dan kekebalan pada diri sahadewa, rangda yang kemudian datang untuk mencabut nyawa sadewa tidak sadar akan anugerah yang diberikan oleh bhatara siwa berusaha menggodanya mencabik dan membunuh sahadewa tetapi tidak berhasil. putus asa karena tidak berhasil membunuh sahadewa, rangda pun menyerah dan memohon ampun kepada sahadewa dengan demikian rangda bisa menebus dosa dosanya. permintaan ini dipenuhi sahadewa dan sang rangda pun mendapat pengampunan.
kalika adalah murid rangda yang paling sakti ilmunya. kalika bermaksud menghadap sadewa untuk memohon pengampunan sebagaimana rangda dulu memohon kepada sahadewa. tetapi sahadewa menolak permintaan ini sehingga murkalah kalika dan mengajak sahadewa untuk berduel. dalam pertempuran ini kalika beberapa kali perubahan wujud dirinya pertama menjadi babi hutan tetapi berhasil dikalahkan oleh sahadewa. kalika berubah lagi menjadi burung gagak yang besar tetapi dapat pula dikalahkan oleh sahadewa. terakhir kalika berubah mengambil perwujutan rangda. karena saktinya rangda ini sahadewa menjadi kewalahan melawannya. berusaha untuk memenangi pertempuran, sahadewa berubah wujud menjadi barong. mereka terus bertempur sampai ada yang kalah, tetapi sama saktinya tidak ada yang menang ataupun kalah sehingga pertarungan ini pun menjadi abadi dan dimana ada kejahatan di situ pula akan ada kebaikan yang akan terus bertempur melawan.
muncullah para pengikut barong dengan membawa keris bermaksud untuk menolong barong tetapi dengan ilmu sakti nya, kalika yang berwujud rangda berhasil membuat roh jahat menguasai tubuh pengikut barong sehingga mereka berbalik berusaha menikam diri mereka sendiri dengan keris.

No comments:

Post a Comment